Sabtu, 19 Mei 2012

MENGATASI GANGGUAN PSIKIS MELALUI RITUAL KEAGAMAAN

DALAM kehidupan moderen, stres menjadi pelengkap hidup. Banyak masalah dan sedikit solusi yang diketahui. Orang yang kurang kuat imannya, dapat melakukan bunuh diri. Orang yang kuat iman, tapi terlalu ambisi mencapai sesuatu, dapat mengalami stroke. Seorang dokter neorologi berkata, sekalipun tekanan darah tinggi, insya Allah tidak akan stroke, selama orangnya, tidak stres. Berarti stres pemicu utama lahirnya stroke yang banyak didera bangsa ini.

Stres yang datang pada diri seseorang, banyak penyebabnya. Siswa yang tidak lulus ujian nasional, dapat stres. Orangtua yang mengurus anaknya mencari sekolah yang lebih tinggi, dapat stres. Pejabat yang terlalu sibuk, dapat stres. Rakyat kecil yang sukar mendapat makan, dapat stres. Calon Bupati yang mengeluarkan miliaran rupiah dalan pilkada, dapat stres, jika suara yang diharapkan, tidak seperti yang diprediksi. Alhasil, semua golongan dan status social, berpeluang stres. Laki-laki dan perempuan.

Mencegah:Menurut dokter neorologi, perasaan stress sering menjadi musuh dalam selimut.Perasaan ini datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Bila tidak, dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi dan stroke. Ibarat sedia payung sebelum hujan. Menghindari stress ada baiknya dilakukan cara berikut:

Pertama, Mengeluarkan energi positif, yaitu optimis dalam menghadapi setiap permasalahan. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana, ada hambatan Tapi ada juga solusi.Sebab itu, harus bersikap lebih fleksibel, sehingga dapat menikmati hidup.

Kedua, menjaga kesehatan. Dengan cara olahraga yang teratur, tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Olahraga dapat membuat manusia nyaman. Makanan bergizi membangkitkan vitalitas hidup. Sebab itu Islam memerintahkan “ Mengkonsumsi halalan tayibah atau yang bergizi.
.
Ketiga, banyak minum air putih, terutama saat diambang kemarahan. Air putih, dapat menenangkan perasaan, dan berpikir lebih jernih. Rasulullah menganjurkan kalau marah, hendaklah berwudu dan mendinginkan badan (HR.Muslim).

Keempat, meluangkan waktu sedikit, untuk setiap minggu, keluar dari rutinitas, dengan berkumpul bersama keluarga. Atau berkunjung kepada teman-teman. Nabi mengajarkan Hubungkan silaturahim, sebab dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR.Muslim).

Kelima, meningkatkan rasa humor. Secara klinis humor dapat mengatasi stress. Alhamdu lillah kini sudah muncul kelompok-kelompok di TV yang menjajakan humor 5 sampai 1O menit untuk relaksi. Jangan sampai anda lupa meluangkan waktu biar sebentar ( Kompas 26/7). Penulis teringat seorang Kiyai di Pesantren tahun 5O-an, sering mendatangi suatu desa yang berjarask 15 Kilometer dari kota dan membayar pemuda-pemuda yang pintar membawakan cerita yang humoris.

Menurut Al-Quran ?.Menurut Al-Quran, kelima cara yang ditawarkan kesehatan diatas, tidak ada yang bertentangan dengan Al-Quran. . Namun Al-Quran lebih memfokuskan terutama kepada dua hal utama dimana Al-Quran sebagai Syifa’ (Penawar) :

Sabar :Jika stress menghadapi masalah yang sukar diputuskan “ salah atau benarnya sesuatu “ maka Al-Quran memberi petunjuk “ FA SHABRUN JAMIL “ ( Maka bersabar itu lebih indah ). Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. (QS. Yusuf 18 ).

Ucapan itu disampaikan Nabi Ya’kub, ketika anak-anaknya datang membawa kemeja yang berlumuran darah kepunyaan Yusuf, sebagai bukti bahwa ia telah diterkam binatang buas. Daripada stress, karena darahnya meragukan, Nabi Ya’kub berkata “ Sabar itu lebih indah.” Demikian Sitti Maryam, ketika dituduh melacur karena melahirkan anak (Isa) tanpa ayah, juga sabar, untuk mengobati stres yang berkepanjangan. Bahkan Aisyah, isteri Rasul, ketika digossip, juga menjadikan Sabar sebagai pengobatan dalam stress.

Zikrullah:Mengingat Allah (Zikrullah) termasuk dapat mengatasi stres. Dengan mengingat dan mengembalikan segalanya dari dan untuk Allah, maka stres akan dapat diatasi. . Sesuai Al-Quran, “ TATHMAINN AL-QULUB “ ( Mengingat Allah, hati akan tenang ) ( QS. Al-Raad 28 ).

Menurut ulama Tafsir, Yang masuk Zikrullah, adalah melakukan salat, membaca Al-Quran dan langsung menjebut Lailaha ilallah sebanyak-bamnyaknya.

Diperkuat Al-Quran dengan ayat “ Dan carilah pertolongan, dengan berlaku Sabar dan mengerjakan Salat ( QS.2: 45).

Menurut Huzaifah, bila Nabi bersedih atau menghadapi masalah, Beliau langsung melakukan salat, sekalipun, sedang dalam perjalanan. Memperbanyak Zikrullah berupa salat sunnat, atau membaca Al-Quran, atau istigfar, atau membaca Lailaha Ilallah.

Istigfar yang sering dibaca Rasul “ Allahumma Anta rabbi. Lailaha illa Anta. Khalaqtani waana abduKa. Wa ana ala ahdiKa. Wa wa’diKa mastata’tu. Audzu biKa, min syarri ma shana’tu. Abuu laKa bini’ mati alayya. Waabuu bidzanbi. Fagfirli. fainnahu la yagfir al- dzunuba illa Anta.( Al-Azkar :347 ).

Disamping kedua hal tersebut, juga yang dapat mengatasi stres, adalah akidah dengan meyakini kebenaran ayat Al-Quran yang berbunyi “ INNA MA’AL USRI YUSRA ( Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Setelah kesulitan, ada kemudahan).. ( 94: 5-6 ).( Disebutkan dua kali ).

Menurut ulama Tafsir, karena kata kesulitan (Al-usri ), menggunakan “al ” dan kemudahan (Yusra) tidak menggunakan “al “ , itu artinya kesulitan itu cuma satu macam, tapi ada beberapa solusi kemudahan. Berarti dua alternative kemudahan . dalam satu kesulitan. Ada dua. Misalnya berkonsultasi dengan dokter mencari pengobatan lahir dan batin ialah menggunakan petunjuk Al-Quiran sebagai Syifa’.
. .

Alhasil, dari uraian singkat diatas, dipahami mengatasi stres sesuai Al-Quran disamping mencari solusi berupa pengobatan lahir, juga diperlukan pengobatan batin, yaitu meyakini kesempurnaan Tuhan, dan meyakini kekurangan manusia, serta kaifiatnya, banyak bersabar, salat, istigfar dan zikir

Jumat, 30 Maret 2012

Rusaknya keindahan moral generasi muda


Berbagai masalah moral yang melanda bangsa ini sungguh membahayakan nasib generasi penerus bangsa yaitu pemuda. Penyebab tumbuh dan berkembangnya kerusakan moral yang terjadi di sekitar kita sekarang,ada beberapa faktor:
  1.  Yang pertama, karena pola pendidikan orang tua di rumah kepada anaknya yang tidak memenuhi standar pembentukan generasi yang produktif. Bukan bermaksud menyalahkan para orang tua yang tidak mampu mendidik anaknya menjadi anak yang memiliki etika yang bagus. Akan tetapi itulah kenyataan yang terjadi disaat sekarang ini. Orang tua seakan-akan berlepas tangan terhadap perbuatan yang dilakukan oleh anaknya di luar. Atau bahkan orang tua yang mengarahkan anaknya untuk berbuat amoral. Jika dipersentasekan, banyaknya orang tua yang mendidik anaknya agar memiliki karakter lebih kecil dibanding orang tua yang cenderung memberi kebebasan kepada anaknya untuk berbuat sesuka anaknya karena alasan tertentu. Sungguh menyedihkan jika ada orang tua yang bangga dengan tindakan amoral yang dilakukan oleh anaknya. 
  2. Yang kedua, karena lingkungan tempat tumbuh mereka yang tidak kondusif. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “ jika engkau berteman dengan tukang besi, jika tidak luka karena besi itu, minimal terkena kotorannya. Berbeda jika engkau berteman dengan penjual parfum, minimal engkau mendapatkan bau harum darinya”. Hal ini menggambarkan kepada kita betapa besar pengaruh lingkungan terhadap diri seseorang. Jika generasi muda kita bergaul dengan orang yang suka mencuri, kalaupun mereka tidak ikut mencuri, mereka akan ikut memanfaatkan barang hasil curian itu. 
  3. Yang ketiga, faktor agama yang hanya tinggal identitas yang terpajang di Kartu Tanda Penduduk saja tanpa pengamalan. Islam khususnya, agama ini memiliki aturan yang jelas dengan konsekuensi setiap kesalahan para penganutnya akan menndapatkan sesuatu yang setimpal pula. Bukan agamanya yang terlalu mempersulit penganutnya, akan tetapi penganutnya yang belum bisa merasakan indanya masuk ke dalam agamanya secara menyeluruh. Di dalamnya diajarkan bagaimana mengefektifkan semua waktu untuk kebaikan-kebaikan. Jadi mustahil bagi mereka yang memasukinya secara menyeluruh akan menghabiskan waktu yang dimiliki dengan sesuatu yang sia-sia.

Akibatnya, banyak generasi muda kita salah orientasi. Mereka terbuai dengan kebebasan sementara yang sebenarnya jika tidak dimanfaatkan dengan  baik akan menjerumuskan mereka ke dalam jurang kehinaan. Orientasi yang terbangun dari lingkungan yang tidak baik akan melahirkan orientasi yang tidak baik pula. Jikalau sekarang diadakan survei tentang orientasi yang ada benak generasi muda kita hari ini, barangkali sedikit sekali yang orientasinya jauh ke depan. Angan-angan kosong mereka membuat mereka lupa diri. Kegelisahan yang menyelimuti relung-relung hati mereka menyita pikiran dan energy mereka tanpa ada solusi tepat yang lahir dari dalam diri mereka sendiri. Berbagai akibat yang ditimbulkan dari faktor di atas membuat banyak orang resah. Beberapa solusi yang ditawarkan oleh banyak pihak untuk kebaiakan para generasi muda, seolah-olah hanya menjadi ceremonial belaka. Sehinggga hasilnya pun belum begitu nampak.

Jumat, 16 Maret 2012

kutipan cinta kasih

















 “Pada mulanya, aku keliru dalam empat hal. Aku mencoba untuk mengingat Allah, mengetahuiNya, mencintaiNya, dan mencariNya. Sesampainya di tujuan, aku melihat ternyata Ia mengingatku sebelum aku mengingatNya, pengetahuanNya tentang diriku mengalahkan pengetahuanku tentangNya, cintaNya padaku sudah ada sebelum cintaku padaNya, dan Ia sudah mencariku sebelum aku mencariNya” 


dari kutipan diatas sapat disimpulkan bahwa cinta ALLAH SWT kepada umatNya sangatlah besar, melebihi cinta umatnNya kepada diriNya. 

Sabtu, 10 Maret 2012

CINTA ADA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

pernahkah kalian berfikir dengan cinta kita dapat melakukan apapun yang orang lain fikir itu mustahil. itu semua benar adanya. karna cinta dapat membentuk kepribadian orang. kepribadian dapat dibentuk karna ada cinta dan kasih sayang orang-orang disekitar kita.


contoh nya ketika kita masih kecil kita mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tua kita, hal itu akan membuat kita menjadi orang yang tidak haus untuk mencari perhatian dari orang lain, lain halnya dengan orang yang tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya mereka akan mencari perhatian dari orang disekitarnya dngan cara yang salah seperti halnya mereka menjadi nakal, badung , tidak menurut.

Kamis, 08 Maret 2012

MENUNJUKKAN KEBANGGAAN TERHADAP BANGSA INDONESIA


Sesungguhnya banyak sekali kesenian budaya yang diwariskan, tetapi banyak anak muda yang tidak meneruskan warisan leluhur ini, anak muda yang masa bodoh dengan budayanya. Ini sama saja dengan membunuh identitas negara, misalnya mereka lebih memilih musik barat yang lebih populer.Budaya Indonesia, sebuah warisan leluhur yang tak ada habisnya. Hampir di setiap daerah yang berbeda memiliki budaya yang berbeda pula. Tarian tradisional, lagu daerah, kesenian, adat istiadat, bahasa daerah, semuanya memiliki ciri khas masing masing. Sebagai kaum muda penerus bangsa, selayaknya kita menjaga budaya kita ini agar tak dicuri oleh bangsa lain!
Nah, bagaimana caranya? Berikut ini beberapa tip yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia:
1. Bermain permainan tradisional
Jika kalian sudah terbiasa bermain play station (PS) atau permainan modern lainnya, cobalah untuk bermain permainan tradisional. Misalnya, permainan egrang atau jajangkungan, yang berasal dari Jawa Barat. Permainan ini mengharuskan pemainnya berjalan dengan ketinggian pijakan tertentu menggunakan bambu. Ada pula permainan congklak yang dikenal dengan nama yang berbeda di sejumlah daerah, seperti dentuman lamban (Lampung), mokaotan (Sulawesi), dan dakonan (Jawa). Selain itu, ada berbagai permainan tradisional lain, galasin, lompat karet, engklek, dan sebagainya, yang sangat menyenangkan bila dilakukan bersama teman.
2. Memelajari kesenian daerah
Jangan ragu untuk memelajari kesenian daerah. Bila di sekolah ada kegiatan ekstrakurikuler menari tarian daerah dan memainkan alat musik tradisional, cobalah untuk ikut serta. Dengan begitu, kecintaan terhadap kesenian daerah pun akan tumbuh.
3. Membaca cerita-cerita rakyat
Tahukah kalian dengan cerita rakyat tentang Danau Toba, Malin Kundang, atau Timun Emas? Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke punya banyak cerita rakyat yang menarik untuk dibaca. Jangan hanya membaca komik atau buku cerita asal luar negeri bila kalian  mengaku sebagai bangsa Indonesia.
4. Menyantap makanan tradisional
Orang Indonesia yang tinggal di luar negeri biasanya merindukan masakan tradisional. Sebut saja, rendang dari Padang dan gudeg dari Yogyakarta. Karena itu, kita yang tinggal di Indonesia, sebaiknya jangan menganggap remeh terhadap makanan-makanan tradisional. Meski menyukai makanan asal luar negeri, tetap jadikan makanan tradisional dalam daftar menu favoritmu.
5. Mengenakan busana nasional
Meski diklaim sebagai milik bangsa lain, Indonesia tetaplah yang menjadi pemilik batik. Ya, hampir di seluruh daerah di Indonesia terdapat kain batik dengan motif yang berbeda-beda. Kini, batik tidak hanya dikenakan pada acara-acara resmi. Batik sudah dijadikan beraneka busana yang nyaman dipakai di acara apapun. Selain batik, ada ulos, kain songket, dan berbagai jenis kain lainnya yang patut kita banggakan dan pelihara keberadaannya.
Pakaian kebaya yang telah menjadi busana nasional pun kini tidak hanya dikenakan di acara-acara resmi. Kebaya telah dimodifikasi sehingga bisa dipakai di berbagai kegiatan. Bahkan, kebaya pun tersedia untuk anak-anak. Kalian pun bisa memakainya sebagai busana sehari-hari.
6. Mengunjungi tempat wisata di Indonesia
Berbagai tempat wisata di Indonesia punya cerita maupun keindahan yang menarik untuk dikunjungi. Ini dibuktikan dengan kunjungan para wisatawan asing ke Indonesia yang selalu bertambah setiap tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 3,56 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia sejak Januari hingga Juli 2009. Kalau mereka tidak ragu berwisata ke Indonesia, berarti tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia.
7. Mengunjungi museum dan pusat-pusat kebudayaan
Museum dan pusat-pusat kebudayaan menjadi tempat yang paling pas untuk mengenal kebudayaan kita. Misalnya, Museum Wayang yang menampilkan ribuan wayang dari seluruh Indonesia. Sahabat Bravo! pun bisa berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang di dalamnya terdapat berbagai anjungan daerah di Indonesia. Beberapa anjungan bahkan dijadikan sanggar berlatih tari, mewayang, maupun kesenian lainnya. Sahabat Bravo! pun bisa ikut serta berlatih, kan?
Kebanggaan terhadap budaya Indonesia harus ditumbuhkan sejak dini. Mulailah sekarang juga. Kalian tentu tidak ingin bila budaya kita kian punah, dan bahkan direbut oleh bangsa lain, kan?

Selasa, 29 November 2011

PERBEDAAN MASYARRAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN



a.    Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
a.  Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan  tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain  dan menolongnya tanpa pamrih.
b.    Orientasi kolektif  sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c.    Partikularisme  pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d.    Askripsi  yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e.    Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar
b.  Ciri-ciri masyarakat Perkotaan 
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
a.   Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
b.   Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
c.   Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d.   Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
e.   Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
f.    Perubahan-perubahan tampak nyata  dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan
Masyarakat Pedesaan
·         Perilaku homogen
·         Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
·         Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
·         Isolasi sosial, sehingga statik
·         Kesatuan dan keutuhan kultural
·         Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
·         Kolektivisme

Masyarakat Kota
·         Perilaku heterogen
·         Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
·         Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
·         Mobilitas sosial, sehingga dinamik
·         Kebauran dan diversifikasi kultural
·         Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular                                   
·         Individualisme


Senin, 28 November 2011

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT



Pitirim A. Sorokin memberikan definisi pelapisan masyarakat sebagai berikut “ pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat”. Lebih lengkap lagi batasan yang di kemukakan oleh theodorson di dalam Dictionary of sociology,  yaitu “lapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatip permanen yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai masyarakat ) di dalam hal perbedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan.”

A.      Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial
Di dalam organisasi masyarakat primitip yang belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini bewujud berbagai bentuk sebagai berikut:
1.      Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dalam pembedaan hak dak kewajiban.
2.      Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang beroengaruh dan memiliki hak-hak istimwa.
3.      Adanya pemimpin yang paling berpengaruh.
4.      Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum.
5.      Adanya pembagan kerja di dalam suku itu sendiri.
6.      Adanya perbedaan standar ekonomi dan di dalam ketidak kesamaan ekonomi itu secara umum. [1]

B.      Terjadinya Pelapisan Sosial

·         Tejadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Karena sifat yang tanpa disengaja inilah, bentuk pelapisan dan dasar dari pelapisan itu berparesi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat tempat sistem itu belaku.
Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, keduddukan seseorang secara otomatis berada pada strata atau pelapisan, mialnya karena usia tua, pemilikan kepandaian yang lebih atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.

·         Tejadi dengan di sengaja
Sistem ini ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Sistem pelapisan yang di bentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat, misalnya dalam organisasi pemerintahan, orgainisasi partai polotik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi, dll. Ringkasnya, didalam organisasi pormal sistem oraganisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem yaitu:
1.      sistem fungsional merupakan pembagian kerja kedudukan yang tingkatanya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya kerjasama antara kepala seksi dll.
2.      Sistem skala, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah keatas.

C.       Pembagian Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu:
 Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup dalam sistem ini, perpindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik keatas maupun kebawah, tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Sistem pelapisan ini dapat kita jumpai misalnya di india yang masyarakatnya mengenal sistem kasta.
v  Kasta Brahmana, yang merupakan kastanya golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.
v  Kasta ksatria, merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
v  Kasta waisa, merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.
v  Kasta sudra,  merupakan kasta dari golongan rakyat jelita.
v  Paria, golongan dari mereka yang tidak mempunyai nkasta. Yang termasuk golongan ini misalnya kaum gelandangan, meminta-minta dan sebagainya.

Sistem ini juga dapat kita temui juga dalam masyarakat feodal atau masyarakat yang berdasarkan realisme, seperti pemerintahan di afrika selatan yang terkenal masih melakukan politik apartheid atau perbadaan warna kulit yang disahkan oleh undang-undang.

2.      KESAMAAN DERAJAT
Hubungan antara manusia dan linkungan masyarakat pada umumya secara timbal balik. Artinya, setiap orang sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban, baik tehadap masyarakat maupun pemerintah negara. Beberapa hak dan kewajiban ditetapka dalam undang-undang sebagai hak dan kewajiba asasi. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sektor kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan hak asai manusia.

a.      Persamaan hak
Mengenai persamaan hak ini, selanjutnya di cantumkan dalam pernyataan sedunia hak asai manusia tahun 1948 dalam pasal-pasalnya, seperti:
Pasal 1: sekalian orang dilahirrkan merdeka dan mempunyai marrtabat dan hak yang sama. Mereka di karuniai akal dan budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.
Pasal 2 ayat 1: setiap orang berhak atas semua hak-hak  dan kebebasan-kebebasan yang tercantum didalam pernyataan ini denga tak ada kecuali apapun, seperti bangsa, jenis kelamin, bahasa, agama, politik, atau pendapat lain, asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan, milik, kelahiran ataupun kedudukan.
Pasal 7: sekalia orang adalah sama terhadap UU dan berhak atas perlindungan hukum yang sama denga tak ada perbedaan. Sekalian orang berhak atas perlindubgan yang sama terhadap setiap perbedaan yang memperkosa pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang ditujukan kepada perbedaan semacam ini.

b.      Persamaan derajat di indonesia
Dalam UUD 1945, hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal secara jelas yakni pasal 27, 28, 29, dan 31. Empat pokok hak asasi dalam empat pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut:
Pokok pertama,  tentang persamaan kedudukan dan kewajibag kewarga negara didalam hukum dan dimuka pemerintahan
Pasal 27 ayat 2 menetapkan “segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada pengecualian.”
Pokok kedua, selanjutnya dalam pasal 28 ditetapkan bahwa ” keemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh UU. “
Pokok ketiga, dalam pasal 29 ayat 2 dirumuskan kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara, yang berbunyi “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan un tuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya.”
Pokok keempat, adalah pasal 31 yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran yang berbunyi (1) tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, dan (2) pemerintahan mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan UU.